puisipuisi
Desember 30, 2008
TAK ADA JUDUL
aku temukan wajahmu yang putih memucat
terserak seperti gerimis yang datang kemudian
pada gerai rambut hitam pada lipatan bajuĀ sewarna malam
nafas dingin meruap di seduhan kopi seperti mencoba menyingkat
waktu dalam kesunyian
di taman ini segala keinginan dan hasrat dibayang luka
remang lampu, alunan lagu, suara-suara dan tawa mendesau serupa
igau pemabuk papa
aku temukan wajahmu yang putih memucat memberi warna sangsi
bagi bulan yang beku, bangku-bangku kosong telah menjadi saksi
kelahiran sepi , seperti kau yang kemudian menjelma menjadi seorang
peri bagi anak-anak malam yang meratapi hidup di ujung gigil malam