sesuatu yang besar bermula dari mimpi
di sebuah malam kita kembali terjebak di pelabuhan purba
tanpa perahu tanpa laut
kecuali badai yang mengguncang tubuh malam
dan mendedahkan tubuh kita di barisan buih rapuh
dalam remang kubaca bibirmu
dingin dan basah
kata-kata juga isyarat telah membatu di sini tak terekam makna di kebisingan pantai
seperti hujan yang telah usai
| ony di JEJAK | |
| jhonpane di Cerita pendek | |
| suhadinet di Cerita pendek | |
| jhonpane di JEJAK | |
| OmpuNdaru di JEJAK |
Februari 6, 2009 pukul 7:08 am
saya undang bapak untuk berhadir di acara pesta blogger kalsel daftar disini… http://www.aruhblogger.com
slm
Februari 8, 2009 pukul 12:07 pm
Salam kenal.!
Februari 8, 2009 pukul 1:09 pm
Kalau baca puisi2 sampean perasaan jadi seperti gimana githu, kapan kita bisa jalan bareng pakai xenia (bwt Lami-lami)